Sabtu, 10 April 2010

UNIT PRODUKSI/BISNIS SENTER SMK

Analisis Unit Produksi SMK dengan potensi Pemkot yang terpendam.





PERLU dipikirkan dana suntikan untuk permodalan baik pinjaman lunak maupun hibah, bukankah SMK dalam sistem pembelajaran harus berbasis pengalaman tidak semata-mata hanya mengandalkan teori, bukankah dalam otoritas sekolah harus berupaya mengembangkan kreativitas dalam rangka memberdayakan kemandirian sekolah, bukankah kita bersama-sama harus peduli terhadap sumber sumber APBD dalam Otonomi Daerah. Sampai sejauh ini SMK baru mampu menggalang dana dari intern sekolah dalam jumlah yang sangat minim.

DENYUT kegiatan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri maupun swasta di Kota Tasikmalaya terpendam dalam hiruk pikuk ulasan keterbelakangan pendidikan negara kita dibandingkan dengan negara lain.
SMK sebenarnya tanpa henti terus menata diri dalam sistem pembelajaran, bahkan terus dikembangkan seperti :
Broad Base Curculum, yaitu pemberian kemampuan dasar yang kokoh, kuat dan luas agar tamatan memiliki fleksibilitas dan adaftibilitas yang tinggi dalam mengembangka karirnya.
Competency Base Training, yaitu kemampuan siswa diwujudkan dalam bentuk kompetensi yang sesuai dengan tuntutan kompetensi dunia usaha dan dunia industri.
Production Base Training, yaitu pembentukan kemampuan menciptakan dan membuat produksi yang layak pasar yang memenuhi syarat secara fungsional, estetika dan ekonomis.
Matery Learning, yaitu bahan ajar didasarkan pada penguasaan materi secara tuntas oleh setiap siswa.
ProblemSolving, yaitu penguasaan potensi kreatif melalui pemahaman proses disain.
BBE Life Skill, yaitu pola pelaksanaan pendidikan berbasis luas berorientasi kecakapan hidup.
Prakerin, yaitu praktek kerja industri, siswa berada diperusahaan selama kurang lebih tiga bulan sebagai pemantapan kemampuan prakteknya sesuai dengan program keahlian (kompetensi Keahlian), teknik produksi, pengolahan bahan baku, produk, pemeliharaan kualitas produksi, pemasaran dan pelayanan jasa sesuai dengan tuntutan pasar yang ketat.
Dengan program-program di atas siswa diarahkan untuk menguasai kemampuan mengembangkan kreativitas berkarya, etos kerja, kompetensi global dunia usaha dan dunia kerja, sebagai ajang pelatihan dan gambaran nyata nuansa perusahaan atau dunia kerja. Program yang dilaksanakan di atas merupakan pondasi atau modal dasar yang dimiliki SMK, bagi program pengembangan UNIT PRODUKSI/ BISNIS SENTER.
Unit Produksi/Bisnis Senter, yaitu usaha produksi atau jasa yang mesti dimiliki SMK, yang mempunyai peran :
Bagi Sekolah, menghasilkan tambahan dana bagi penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang bersangkutan, dan sekaligus berfungsi sebagai tempat pelatihan/prakerin siswa dan magang guru.
Bagi Masyarakat, bisa menggunakan jasa produksi dan layanan serta menggunkan jasa peralatan yang ada, jasa konsultasi, teknik pengerjaan, produk, disain dan finising, dengan imbalan jasa yang bersaing dengan perusahaan yang sejenis.
Bagi Pemerintah, Hasil produk unit produksi SMK bisa dijadikan sarana promosi daerah, penyerapan tenaga kerja lulusan, dalam jangka panjang hasil keuntungan unit produksi bisa diarahkan pada pembiayaan co shering antara sekolah dan pemerintah daerah.
Pengelola Unit Produksi sudah berupaya mengembangkan dan menjalankan organisasi ini, hanya ada beberapa kendala dilapangan yang perlu dipecahkan bersama-sama mengingat unit produksi SMK harus mampu bersaing dengan pebisnis yang sudah berjalan di pasaran dan profesional.
Upaya yang perlu diperhatikan : Bimbingan manajemen perusahaan bagi manajer UP, tidak usah terlalu birokrasi, perlu difasilitasi kegiatan promosi berupa pameran-pameran produk, Perlu dipikirkan dana suntikan untuk permodalan baik pinjaman lunak maupun hibah, sampai sejauh ini UP di SMK-SMK baru mampu menggalang dana dari internal sekolah dalam jumlah yang sangat minim, hal ini kurang dapat menunjang untuk berbagai keperluan seperti penyediaan bahan baku, ongkos kerja, jaminan kualitas, promosi dan lain-lain. Oleh karena itu, UP di sekolah-sekolah kejuruan perlu dibantu bersama-sama antara sekolah, masyarakat, pemerintah/instansi terkait ( Dinas Pendidikan, Bapeda, Indag, Dinas Pariwisata ), sudah saatnya Unit Produksi SMK dapat dijadikan potensi Pemerintahan Kota/Kabupaten.

Aten Warus

Tulisan ini pernah dimuat di SK Priangan ( Rabu-Jum'at, 7-9 April 2004 )


Tidak ada komentar:

Posting Komentar